9 pagi - 5 sore

Senin - Jum'at

Finroll Building

Kwitang Raya No. 1, 10420

+62 (21) 3193-5519

hello@iloveproperty.id

I Love Property

Semua lebih mudah di App
Unduh Sekarang
Buka

Bandingkan daftar

Mana Yang Lebih Untung: Warisan Emas Batangan Atau Properti Rumah

Mana Yang Lebih Untung: Warisan Emas Batangan Atau Properti Rumah

Bagi Anda yang telah memiliki pewaris (penerima warisan), menyiapkan sejumlah warisan tentu menjadi pertimbangan yang sangat wajar.

Hal ini bahkan dianggap penting terutama bagi mereka yang telah memiliki kemampuan finansial yang baik. Bagaimanapun juga warisan harta yang kelak akan berguna bagi orang-orang tercinta, tentu akan membuat bahagia, bukan?

Ada banyak aset yang bisa dijadikan sebagai pilihan untuk dijadikan warisan, seperti properti, emas batangan, emas perhiasan, reksa dana, tanah, uang tunai, dan lainnya. Namun di antara berbagai macam aset tersebut, emas batangan dan properti/rumah kerap dijadikan sebagai pilihan banyak orang untuk diwariskan.

Lalu, lebih menguntungkan mana: mewariskan emas batangan atau rumah?

Simak ulasannya sebagai pertimbangan Anda untuk memilih jenis harta yang akan Anda wariskan kelak, di antaranya:

  1. Kelebihan dan Kekurangan Warisan Emas Batangan

    Warisan

Kelebihan

  • Emas batangan bersifat likuid

Sesuai dengan istilahnya yaitu bersifat cair, maka emas batangan ini mudah diuangkan. Emas batangan memiliki likuiditas yang tinggi. Artinya aset yang satu ini mudah dijual dan memiliki pasar sangat luas di seluruh wilayah.

Dengan kemudahan itu, ahli waris Anda tidak mengalami kendala untuk menjualnya kapan pun jika membutuhkan dan cari dalam waktu cepat. Dan dengan memiliki pasar yang jelas tersebut, maka harganya pun tetap stabil dan tidak ada kerugian yang signifikan kalau pun dijual terburu-buru ketika membutuhkan dana yang mendesak.

Tentu ini akan menjadi keuntungan tersendiri mengingat jenis aset lainnya biasanya akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperoleh dana segar atau pencairannya, serta risiko turunnya harga akibat penjualan di waktu yang sempit.

  • Bebas biaya balik nama

Hal lain yang sering menjadi pertimbangan seseorang saat memilih aset emas batangan sebagai warisan adalah berbagai macam biaya yang timbul di kemudian hari. Bukan hanya biaya pemeliharaan saja, tapi juga sejumlah biaya balik nama dari aset yang diwariskan tersebut. Tentu ini perlu diperhitungkan.

Beberapa aset seperti rumah ataupun kendaraan (mobil/motor) yang dijadikan warisan akan membutuhkan sejumlah biaya untuk proses balik nama. Untuk biaya balik nama mobil misalnya, tentu tidak murah. Biaya balik nama mobil bisa mencapai puluhan juta rupiah, tergantung dari nilai aset tersebut.

Berbeda halnya dengan emas batangan, yang tidak membutuhkan nama pemilik pada sertifikatnya. Maka aset yang satu ini juga tidak akan membutuhkan proses balik nama dari Anda kepada pewaris kelak. Ahli waris Anda tidak perlu repot-repot mengeluarkan sejumlah dana untuk menerima warisan dalam bentuk emas batangan ini.

  • Sangat mudah memindah tangankan

Bila mewariskan emas batangan, maka tidak perlu melalui proses memindahtangankan dari atas nama kita sebagai orang yang mewariskan kepada yang menerima warisan atau ahli waris kita. Anda bisa memindahtangankan emas batangan ini dengan mudah tanpa proses dan prosedur secara legal yang cukup bertele-tele.

Kekurangan

  • Sulit disimpan atau butuh biaya penyimpanan

Karena emas batangan tidak dibubuhi nama pemilik pada sertifikatnya, maka aset ini sangat  rentan hilang dan berpindah tangan. Karena menyimpan logam mulia ini di rumah tidaklah mudah. Perlu tempat khusus untuk menaruh/menyimpan warisan ini.

Untuk lebih amannya, bisa menggunakan kotak penyimpanan (safe deposit box) yang biasanya terdapat pada bank. Jika menggunakan layanan tersebut, tentu ada sejumlah biaya yang harus dikeluarkan, bukan?

  • Harga stabil

Harga emas batangan terbilang jarang sekali mengalami penurunan harga yang signifikan, bahkan cenderung meningkat. Artinya tidak ada fluktuasi harga di logam mulia ini. Namun kenaikan harga dari emas batangan ini tidaklah seberapa, hanya mengikuti pergerakan inflasi saja. Ketika inflasi tinggi, harga logam mulia turun naik, dan sebaliknya ketika inflasi rendah maka harga emas batangan ini juga cenderung ikut turun.

Dibandingkan dengan aset lain seperti tanah dan juga properti, maka emas batangan tentu tidak menjanjikan peningkatan harganya. Ini patut menjadi pertimbangan, sebab kondisi peningkatan harga yang rendah ini tidak akan menambah nilai emas batangan secara signifikan.

  • Jadi obyek pajak non final

Kendati warisan tidak termasuk obyek pajak, namun ketentuan ini akan berubah ketika warisan itu dijual oleh pewaris. Sejumlah penghasilan tambahan yang didapatkan dari hasil penjualan warisan ini akan menjadi kewajiban pajak oleh pewaris.

Berbeda dengan hasil penjualan tanah warisan yang hanya dikenakan pajak final berupa PPhTB (Pajak Penghasilan atas Perolehan atau Penjualan Tanah dan/atau Bangunan), emas batangan justru dikenakan pajak non final. Artinya, hasil penjualan warisan emas batangan ini akan dianggap sebagai penghasilan lain-lain dan dihitung dengan sistem progresif. Semakin besar hasil penjualan emas batangan ini, maka semakin besar juga nilai pajak yang harus dibayarkan oleh pewaris.

         2. Kelebihan dan Kekurangan Warisan Properti/Rumah

Warisan

Kelebihan

  • Harga properti selalu naik tinggi

Kita semua tahu, harga properti memiliki prospek yang sangat baik. Karena setiap tahunnya harga properti selalu naik. Bahkan kenaikannya pun tidak tanggung-tanggung. Kenaikan harga properti tiap tahunnya selalu saja signifikan. Dan ini pasti sangat meguntungkan, bukan?

Terlebih lagi bila lokasi dari properti tersebut sangat strategis, seperti di tengah pusat kota, atau berlokasi di area-area fasilitas umum lainnya. Sudah pasti harganya akan melambung tinggi. Belum lagi bila kondisi dari rumah tersebut bagus.

  • Sebagai tempat berteduh

Mewariskan properti sangat menguntungkan apabila memang ahli waris belum memiliki tempat tinggal. Dengan memperoleh warisan rumah, maka pewaris akan tidak perlu lagi dipusingkan dengan rencana kepemilikan rumah yang kita tahu setiap tahunnya harga properti selalu meningkat.

Bila keuangannya pas-pasan, maka untuk menjangkau harga properti ini akan semakin menyulitkan hidupnya. Sehingga dengan mewariskan rumah, maka beban hidupnya untuk memenuhi kebutuhan papan akan terbantu.

Kekurangan

  • Likuiditas aset properti rendah

Rumah atau tanah merupakan jenis aset yang terbilang sering dijadikan warisan. Namun sebenarnya membutuhkan proses yang terbilang panjang saat akan diwariskan. Berbagai sertifikat aset tersebut membutuhkan data kepemilikan Anda selaku yang memilikinya dan akan mewariskannya.

Artinya, ketika kelak warisan properti ini akan dijual, maka pewaris Anda akan membutuhkan banyak waktu untuk yang cukup lama untuk mengurus semuanya. Sehingga, bila membutuhkan dana segar, menjual rumah warisan ini tidak semudah dan secepat seperti menjual emas batangan.

  • Perlu sertifikat untuk memindahtangankan

Berbeda dengan aset emas batangan yang tidak perlu ada nama pemiliknya pada sertifikat, untuk aset properti ini harus ada keterangan kepemilikan sertifikat atas nama pemiliknya. Tentu hal ini membutuhkan proses dan biaya tersendiri.

  • Biaya perawatan

Memiliki properti, maka harus siap sedia juga dengan biaya perawatannya. Bahkan terkadang biaya perawatan rumah itu tidaklah sedikit. Semua bahan-bahan bangunan itu memiliki masa pakainya. Bila kita mewariskan properti, sebaiknya pertimbangkan juga biaya-biaya perawatan yang akan ditanggung oleh ahli waris.

Untuk itu, Anda bisa melakukan kalkulasi mana sekiranya yang lebih menguntungkan untuk diwariskan dan mana yang tidak. Artinya lebih sedikit biaya yang dikeluarkan dari harta yang kita wariskan, tentu akan semakin menguntungkan ahli waris Anda. Dan yang terpenting adalah manfaatnya.

Baca Juga : Inilah Alasan Bisnis Properti Masih Menjanjikan

Pos terkait

Gelar Agent Gathering, Bumi Sumber Swarna Pasarkan Perumahan Subsidi Bumi Ketos Regency

Bumi Ketos Regency - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Investor Asing Menyumbang 24% Investasi Di Bidang Jasa

Angka investasi properti di Indonesia menyumbang 24% investasi tersier (bidang jasa) sejak 2014...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Intip Yuk Tips-tips Sebelum Membeli Dan Memasang Lampu Meja

Tips inilah yang perlu anda perhatikan sebelum membeli dan memasang lampu meja. Lampu meja ini...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Bergabunglah dengan Diskusi