9 pagi - 5 sore

Senin - Jum'at

Finroll Building

Kwitang Raya No. 1, 10420

+62 (21) 3193-5519

hello@iloveproperty.id

I Love Property

Semua lebih mudah di App
Unduh Sekarang
Buka

Bandingkan daftar

Selama Periode 2020-2024, Jokowi Targetkan 3,9 Juta Unit Rumah Untuk MBR

Selama Periode 2020-2024, Jokowi Targetkan 3,9 Juta Unit Rumah Untuk MBR

Finroll.com — Selama 2020-2024 atau periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi, menargetkan bangun 3,9 juta unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Jumlah ini lebih rendah dari target periode I atau 2014-2019 yang mencapai 5 juta unit.

Eko Djoeli Heripoerwanto selaku Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, mengaku bahwa porsi APBN hanya mampu menopang 20-30% dari total target pembangunan 3,9 juta unit. Total anggaran yang dibutuhkan untuk membangunnya mencapai Rp 780 triliun.

“Ketersediaan APBN hanya mampu mencukupi 30% dari total kebutuhan investasi. Sekitar 70% sisanya kita harapkan dari kerja sama dengan swasta,” ungkapnya dalam Workshop Public Private Partnership (PPP) for Affordable Housing di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, yang dilansir CNBC. Rabu (14/8/2019).

Lebih lanjut Eko menegaskan, diperlukan alternatif pengembangan penyediaan perumahan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Langkah itu harus dilakukan demi menambal sederet kekurangan.

Saat ini, selisih antara kebutuhan dengan ketersediaan perumahan mencapai 7,6 juta unit. Dengan target pembangunan tambahan, maka pada 2024 diharapkan ada penurunan backlog atau rumah pasok rumah MBR sebanyak 5 juta unit. Angka backlog memang berbeda-beda, tapi diperkirakan mencapai 13 juta unit.

“Intinya adalah kalau dengan adanya skema KPBU ini maka gap, backlog bisa lebih dicapai pengurangannya dibandingkan skema yang konvensional ini,” imbuhnya.

Sebelumnya pemerintah menargetkan Program Sejuta Rumah pada periode 2015-2019 sebanyak 5 juta unit. Namun, kenyataannya target itu dipastikan bakal tak tercapai, hanya terealisasi 94%.

“Capaian program Sejuta Rumah status per 5 Agustus 2019 mencapai angka 735.547 unit. Jadi kita punya target tahun 2019 untuk mendongkrak kekurangan dari total akumulatif menjadi 5 juta unit. Kita bisa capai kurang lebih 4,79 juta atau 94% dari total target. Jadi kurangnya tidak terlalu banyak,” kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi A. Hamid.(red)
Artikel Asli

Pos terkait

Rumah Tanpa DP dan Cicilan Rp 2 jtan untuk Generasi Millenial

Artikel...

lanjutkan membaca
admin
oleh admin

Cara Membuat Sertifikat Tanah Gratis, Ini Syarat dan Prosedurnya

Artikel...

lanjutkan membaca
admin
oleh admin

Gandeng APL, BTN Tawarkan Bunga KPR 5 Persen

Artikel...

lanjutkan membaca
admin
oleh admin

Bergabunglah dengan Diskusi